Belajar di Korea

홈으로 이동> Informasi Kuliah > Persiapan Kuliah > Langkah pendaftaran sertifikat konfirmasi penerbitan visa

Langkah pendaftaran sertifikat konfirmasi penerbitan visa

Para calon mahasiswa yang ingin kuliah di Korea Selatan wajib mendapatkan visa pelajar melalui kedutaan besar Korea Selatan atau konsulat setempat setelah mengumpulkan dokumen yang diperlukan untuk kuliah di Korea Selatan. Jenis visa yang diperlukan untuk kuliah di Korea Selatan berbeda tergantung jenis pendidikan yang ditempuh seperti S1, S2, S3, sekolah bahasa. atau pelatihan budaya Korea. Calon mahasiswa yang akan kuliah S1-S3 wajib mendapatkan visa D-2 serta calon siswa yang akan kuliah di sekolah bahasa atau menerima pelatihan wajib mendapatkan visa D-4. Untuk mempercepat proses pengajuan visa,pemerintah Korea Selatan mewajibkan WNA untuk mengajukan visa melalui ‘sertifikat konfirmasi penerbitan visa’, kecuali dalam kasus khusus.
(1) Apa itu sertifikat konfirmasi penerbitan visa?
• Menteri Hukum dapat memberikan sertifikat konfirmasi penerbitan visa atas permintaan warga negara Korea Selatan atau WNA yang ingin masuk ke Korea Selatan saat kedutaan besar Korea Selatan memberikan pernyataan bahwa sertifikat konfirmasi penerbitan visa diperlukan sebelum terbitnya visa secara resmi.
• Langkah pendaftaran sertifikat konfirmasi penerbitan visa
   - WNA yang akan pergi ke Korea atau warga negara Korea Selatan yang akan mengundang WNA untuk masuk ke Korea Selatan wajib
    membawa dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan visa di kantor imigrasi domisili untuk mendapatkan sertifikat konfirmasi penerbitan
    visa.
   - Kantor imigrasi akan mengeluarkan sertifikat konfirmasi penerbitan visa yang sah dan mengirimkan sertifikat atau nomor sertifikat tersebut
    kepada WNA atau warga negara Korea Selatan yang mengundangnya.
   - WNA yang telah menerima sertifikat konfirmasi penerbitan visa atau nomornnya dapat mendatangi kedutaan besar Korea setempat untuk
    mendapatkan visa yang diinginkan.
※ Sertifikat konfirmasi penerbitan visa hanya berlaku selama 3 bulan dan hanya bisa digunakan sekali.
• WNA yang bisa mendapatkan sertifikat konfirmasi penerbitan visa
   - Warga negara tertentu yang tidak memiliki hubungan diplomatik atau negara khusus seperti Kuba, Suriah, Kosovo, dan Makedonia. Warga
    negara tersebut hanya bisa mendapatkan visa jangka pendek (single) dari kepala kantor diplomatik.
   - WNA yang mempunyai visa D-1 (kebudayaan dan seni), D-2 (mahasiswa internasional), D-3 (pelatihan industri), D-4 (pelatihan umum, D-5
    (jurnalis), D-6 (agama), D-7 (transfer antar perusahaan), D-8 (investor perusahaan), D-9 (manajemen perdagangan), E-1 (dosen),
    E-2 (instruktur bahasa asing), E-3 (penelitian), E-4 (transfer teknologi), E-5 (pekerjaan profesional), E-6 (seni dan penampilan),
    E-7 (pekerjaan khusus), E-9 (pekerjaan tidak profesional), E-10 (kru kapal), F-1 (asisten rumah tangga), F-3 (keluarga), G-1 (lainnya), dan H-2
    (kunjungan kerja)
   - WNA lain yang dianggap khusus dan diakui oleh Menteri Hukum

• WNA yang tidak bisa mendapatkan sertifikat konfirmasi penerbitan visa
   - WNA yang mempunyai visa A-1 (diplomat), A-2 (pegawai negeri), dan A-3 (perjanjian internasional)
   - WNA yang mempunyai visa B-1 (bebas visa) dan B-2 (turis)
   - WNA yang mempunya visa D-10 (pencari kerja), F-2 (residen), F-4 (keturunan Korea Selatan), F-5 (penduduk tetap), F-6 (pasangan imigran), H-1 (working holiday)

• Pengumuman penerimaan sertifikat konfirmasi penerbitan visa
   Pengumuman penerimaan nomor surat konfirmasi penerbitan visa biasanya dikirmkan melalui email. Akan tetapi apabila WNA memiliki
   alasan tertentu sehingga tidak bisa menerima nomor surat tersebut melalui email, maka surat konfirmasi penerbitan visa akan
   diberikan langsung.
※ Pastikan Anda memberikan alamat email yang benar sehingga Anda bisa menerima surat konfirmasi penerbitan visa.
visa
(2) Visa Pelajar (D-2)
• Batas aktivitas dan WNA yang berhak
   :Pendidikan minimal setingkat vokasi dan beraktivitas melalui penelitian atau kuliah di universitas atau di lembaga penelitian
   - WNA yang akan menempuh pendidikan atau melakukan penelitian khusus di sekolah vokasi, universitas, sekolah pascasarjana, atau lembaga
    penelitian yang didirikan melalui UU Pendidikan atau UU Khusus.
• Batas maksimal izin tinggal
   dalam 2 tahun terakhir
• Tempat pendaftaran
   Kedutaan besar atau kantor diplomat Korea Selatan di negara asal atau negara tempat menempuh pendidikan terakhir.
• Dokumen Pendaftaran
   Dokumen Umum
     - Formulir aplikasi untuk penerbitan visa (pengakuan), salinan paspor, dan 1 foto (yang diambil dalam 6 bulan terakhir)
     - Fotokopi Surat Tanda Daftar Perusahaan (atau Business Registration Cerificate dalam bahasa Inggris) dari lembaga pendidikan
     - Surat Penerimaan Mahasiswa Baru (dikeluarkan oleh dekan atau rektor universitas)
        ☞ Akan tetapi, mahasiswa penerima beasiswa pemerintah dari NIIED atau Kementerian Pertahanan Nasional dapat melampirkan surat
        penerimaan beasiswa yang dikeluarkan oleh kepala NIIED atau Menteri Pertahanan Nasional
     - Dokumen pembuktian hubungan keluarga (hanya dilampirkan saat melampirkan bukti keuangan orang tua)
        ☞ Akan tetapi, terhitung semenjak 1 Juli 2017, warga negara yang tercatat dalam negara dengan resiko tinggi tuberkulosis wajib melampirkan
        “Sertifikat Diagnosis Tuberkulosis, termasuk Surat Pemeriksaan X-Ray Dada”dari rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah Korea Selatan.
        Hal ini berdasarkan pada undang-undang “Penerbitan Visa dan Panduan Manajemen Tinggal untuk Pasien Tuberkulosis WNA”.
Tuberkulosis Tabel Negara Risiko Tinggi
21 Negara
Tiongkok, Filipina, Indonesia, Bangladesh, Vietnam, Mongolia, Thailand, Pakistan, Sri Lanka, India, Myanmar, Nepal, Iran, Uzbekistan, Kazakhstan, Kirgizstan, Ukraina, Nigeria, Ghana, Mesir, Peru (Total: 21 negara)
* Mohon tuliskan nama Anda dalam bahasa Inggris di dokumen berbahasa Korea, ikuti penulisan nama Anda di paspor.
Contoh dokumen yang membuktikan hubungan keluarga
Contoh dokumen yang membuktikan hubungan keluarga
China: Family Census atau Notaris Kekerabatan, Filipina: Family Census, Indonesia: Kartu Keluarga, Bangladesh: Jummer Kagoze atau Jumma Side Ticket, Vietnam: So Ho Khau atau Sertifikat Lahir (Giay khai sinh), Mongolia: Sertifikat Kekerabatan, Pakistan: Sertifikat Keluarga, Sri Lanka: Sertifikat Pauler, Myanmar: Sertifikat Hubungan Keluarga (Yingtaungsusayen), Nepal: Jeon Madalda, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbek, Ukraina, Thailand: Akte kelahiran
   -Ijazah pendidikan terakhir
    -Dokumen yang harus dikirim adalah dokumen asli, akan tetapi calon siswa dapat mengirimkan salinan ijazah yang sudah diverifikasi oleh penanggung jawab terkait di universitas. Ijazah yang dikeluarkan dengan permintaan secara individual hanya bisa diterima selama masa berlaku, yaitu 30 hari dari tanggal penerbitan dan bisa diperpanjang.
    -Warga dari 21 negara berikut atau mereka yang telah memperoleh gelar akademis dari universitas yang berlokasi di negara-negara berikut dapat memilih a), b), atau c). (jika berasal atau berkuliah di Tiongkok, hanya bisa memilih c)
    ∙ 21 negara dengan notifikasi: Ghana, Nigeria, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Vietnam, Mongolia, Sri Lanka, Uzbekistan, Ukraina, Iran, Mesir, India, Indonesia, Cina, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Thailand, Pakistan, Peru, Filipina
    ∙ Negara dengan prioritas untuk siswa internasional: Guinea, Mali, Ethiopia, Uganda, Kamerun
    a) Bukti dokumen seperti ijazah yang telah dikonfirmasi oleh Apostille
    b) Dokumen yang membuktikan gelar akademis yang telah dikonfirmasi oleh konsulat Korea di negara tempat Anda lulus atau institusi publik di Korea
    c) Untuk Tiongkok, hanya ijazah laporan yang diterbitkan oleh Pusat Penerbitan Ijazah dan Gelar yang dioperasikan oleh Kementerian Pendidikan di Tiongkok (terbatas pada mereka yang telah memperoleh pendidikan atau gelar di Tiongkok)
    ※ Dalam kasus lulusan sekolah menengah kejuruan
    Ⅰ) Ijazah yang dikeluarkan oleh sekolah [harus dikonfirmasi oleh dinas pendidikan provinsi (atau kota) dan konsulat Korea di provinsi terkait] atau
    Ⅱ) Menyerahkan ijazah yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan provinsi (atau kota)
    ※ Namun, jika Anda telah memperoleh gelar dari universitas domestik, Anda diperbolehkan menyerahkan ijazah tanpa konfirmasi resmi.
    -Calon siswa yang tidak termasuk ke dalam 21 negara di atas dapat meminta dokumen yang termasuk dalam paragraf a) hingga c) di atas atas kebijaksanaan kepala kantor imigrasi hanya jika ada kecurigaan pemalsuan atau perubahan ijazah.
   - Dokumen yang membuktikan kemampuan finansial
    ∙ Jumlah yang setara dengan uang sekolah dan tinggal selama satu tahun

   Dokumen yang Diperlukan untuk Setiap Program
    <Vokasi, S1, S2, S3>
      - Dokumen pembuktian pendidikan terakhir
      - Dokumen pembuktian kemampuan finansial (sejumlah biaya hidup dan biaya kuliah selama 1 tahun)
    <Program Penelitian Khusus>
      - Dokumen pembuktian pendidikan terakhir (minimal S2)
      - Dokumen pembuktian kemampuan finansial (bukti keuangan dari bank atau surat konfirmasi pemberian honor penelitian)
      - Ijazah pendidikan terakhir (Memiliki gelar minimal S2)
      - Dokumen yang membuktikan pembayaran biaya hidup (sertifikat pembuktian saldo dari bank, konfirmasi pembayaran tunjangan penelitian, dsb.)
      - Dokumen yang membuktikan jenjang riset khusus (konfirmasi mahasiswa riset dari rektor, dll.)
    <Mahasiswa Pertukaran>
      - Dokumen pembuktian kemampuan finansial (seluruh biaya kuliah dibayar dari negara asal)
      - Surat rekomendasi dari rektor universitas asal
      - Dokumen pembuktian mahasiswa pertukaran (surat undangan resmi dari universitas yang mengundang atau surat perjanjian mahasiswa
       pertukaran dari kedua universitas)
      - Dokumen pembuktian mahasiswa aktif yang telah menyelesaikan minimal 1 semester di universitas asal (surat keterangan mahasiswa aktif
       dari universitas asal)
      -Ijazah pendidikan terakhir tidak diperlukan (namun, bukti kemahiran bahasa diperlukan)
      - Dokumen yang membuktikan pembayaran biaya hidup (dengan mempertimbangkan bahwa uang kuliah dibayarkan dari negara asal)
      - Surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh rektir universitas asal (di negara asal)
      - Dokumen yang membuktikan bahwa yang bersangkutan merupakan mahasiswa pertukaran (surat resmi dari universitas yang dituju, perjanjian pertukaran pelajar yang ditandatangani antar universitas, dsb.)
      - Dokumen yang membuktikan bahwa yang bersangkutan telah kuliah setidaknya satu semester (sertifikat pembuktian mahasiswa aktif, dsb.)
    <Peserta pelatihan militer asing yang diundang oleh Kementerian Pertahanan>
      - Kartu Keluarga tidak diperlukan
      - Ijazah pendidikan terakhir tidak diperlukan
      - Dokumen pembuktian kemampuan keuangan tidak diperlukan
      - Surat undangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan
      ※ Dokumen dapat ditambah atau dikurangi tergantung pada pemohon.
Kedutaaan besar atau konsulat dapat meminta dokumen tambahan untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai tujuan kuliah ke Korea Selatan, kebenaran surat undangan, serta kualifikasi pengundang dan terundang jika diperlukan.
(3) Pelatihan Umum (D-4)
• Batas aktivitas dan WNA yang berhak
   : Aktivitas penelitian atau menerima pelatihan atau pendidikan dari lembaga pendidikan atu perusahaan atau badan di luar dari lembaga
    pendidikan atau lembaga penelitian yang tidak termasuk di kategori visa mahasiswa internasional (D-2)
     - Siswa yang belajar bahasa Korea di sekolah bahasa yang didirikan oleh universitas (D-4-1)
     - WNA yang menerima pelatihan di lembaga pendidikan di luar lembaga pendidikan atau lembaga penelitan yang tidak termasuk kategori visa
      mahasiswa internasional (D-2)
     - Peneliti internasional yang meneliti teknis atau kemampuan di lembaga penelitian negeri maupun swasta
     - WNA yang meneleliti atau menerima pelatihan atau magang (on-the-job training) di perusahaan dengan investasi asing atau multinasional
• Batas maksimal izin tinggal
   2 tahun (6 bulan untuk sekolah bahasa)
• Tempat Pendaftaran
   Pembuatan aplikasi di konsulat Korea di negara tempat tinggal pemohon atau lokasi pendidikan terakhir
※ Kami hanya akan memperkenalkan visa pelatihan bahasa (D-4-1). Detail lainnya dapat Anda cari di website imigrasi Korea Selatan.
• Dokumen yang diperlukan
   - Formulir pendaftaran Sertifikat Konfirmasi Penerbitan Visa, paspor, pas foto 1 lembar, biaya pendaftaran
   - Fotokopi Surat Tanda Daftar Perusahaan (atau Business Registration Cerificate dalam bahasa Inggris) dari lembaga pendidikan
   - Surat Penerimaan Mahasiswa Baru (dikeluarkan oleh dekan atau rektor universitas)
• Akan tetapi, mahasiswa penerima beasiswa pemerintah dari NIIED dapat melampirkan surat penerimaan beasiswa yang dikeluarkan oleh
   - Surat keterangan mahasiswa aktif atau ijazah pendidikan terakhir, dokumen yang harus dikirim adalah dokumen asli, akan tetapi calon siswa dapat mengirimkan salinan ijazah yang sudah diverifikasi oleh penanggung jawab terkait di universitas.
   - Dokumen keuangan (setara dengan USD 10.000)
   ※ Dokumen yang membuktikan kemampuan keuangan (misalnya, sertifikat saldo, buku bank, sertifikat beasiswa, rekening korean, dsb.), dokumen yang harus dikirim adalah dokumen asli, akan tetapi calon siswa dapat mengirimkan salinan yang sudah diverifikasi oleh pejabat bank terkait (sertifikat saldo hanya bisa digunakan maksimal dalam 30 hari setelah diterbitkan).
   ※ Siswa yang berencana untuk belajar di universitas umum atau lebih rendah di bawah Sistem Sertifikasi Kompetensi Internasionalisasi Pendidikan harus menyerahkan jaminan biaya belajar.
   (Lembaga keuangan yang memiliki kantor di Korea dan Vietnam dapat mengeluarkan jaminan setelah calon siswa mendaftar untuk produk tertentu)
   ※ Jika menggunakan sertifikat saldo milik orang tua, maka calon siswa yang bersangkutan harus melampirkan Kartu Keluarga
   ▶ Bukti kemampuan finansial (uang sekolah dan biaya hidup) selama satu tahun (atau 6 bulan untuk pelatihan bahasa)
   ※ Detail lainnya dapat ditemukan di Kantor Pusat Kebijakan Imigrasi dan Orang Asing.
   -Website: Hi Korea (https://www.hikorea.go.kr) atau Portal Visa Korea (https://www.visa.go.kr)
   ※ Sumber: Kantor Pusat Kebijakan Imigrasi dan Orang Asing